Kitab Omong Kosong: Sebuah Pandangan

oleh: Kartika N. Nugrahini

Gambar

Judul                  : Kotab Omong Kosong

Pengarang          : Seno Gumira Ajidarma

Penerbit             : Bentang

Tempat               : Yogyakarta

Tahun                 :2013, cetakan ke III

Ketebalan          : x + 446 hlm; 23,5cm

ISBN                 : 978-602-7888-33-3

Seno Gumira Ajidarma. Sebuah nama yang tidak mungkin dilupakan dalam buku sejarah sastra Indonesia. Kali ini dengan bukunya yang berjudul Kitab Omong Kosong yang kembali dicetak ulang oleh penerbit Bentang, pecinta karyanya pasti bersorak gembira. Begitu banyak pertanyaan yang muncul pada benak pembaca. Apalagi di akhir cerita muncul pengakuan Togog—penulis, bahwa yang ditulisnya hanyalah omong kosong belaka! Tapi, dari pengakuan yang dibuat itu, justru membuat pikiran pembaca menjadi terbuka: bahwa ada kemungkinan lain yang muncul di dunia ini, bahwa yang semula benar, bisa saja itu sebuah kesalahan sepanjang masa.

Ya, Kitab Omong Kosong mengangkat kisah epos Ramayana yang ditulis oleh Walmiki. Begitu banyak pertentangan dalam buku itu. Apabila dalam karya Walmiki digambarkan bahwa Rama adalah titisan Dewa Wisnu yang membawa kedamaian di bumi, maka Togog menyatakan bahwa Rama pembawa bencana di bumi. Dia melaksanakan persembahan kuda yang mengatasnamakan perdamaian, padahal banyak orang yang menderita karenanya. Apabila diceritakan oleh Walmiki bahwa Rama mengusir Sinta karena pengkhianatannya ketika diculik Rahwana, maka Togog mengemukakan pendapat bahwa Rama lebih mencintai rakyatnya daripada cinta kepada Sinta. Dia tidak menerima Sinta karena menganggap Sinta telah disentuh oleh Rahwana dan menganggap istrinya yang cantik jelita itu sudah tidak mencintainya lagi. Togog menyangkal karena sebenarnya Rama yang tidak mencintai Sinta. Cintanya telah luntur. Yang dimiliki selama ini bukanlah cinta kepada Sinta, melainkan keinginan untuk menguasai Si istri.

Begitu cerdiknya Seno mengolah cerita ini, sehingga muncullah tokoh Walmiki di dalam cerita yang bertemu dengan Sinta ketika dirinya melarikan diri dari istana. Sinta mengikuti alur cerita yang dibuat oleh Walmiki, bahkan ketika kedua anak Sinta (Lawa dan Kusa) berperang melawan Ayodya, pasukan perang milik ayahnya, dia pun bertanya: Tapi, Lawa dan Kusa tidak akan apa-apa, kan?

Ya, begitulah kitab ini mengalir dan menyatukan antara yang-nyata dan yang-tidak-nyata. Menyatukan dunia Maneka, seorang pelacur yang memiliki rajah kuda sedang berlari di punggungnya dengan Satya, seoran pemuda yang menderita akibat persembahan kuda oleh pasukan Rama.

Setelah bertemu, Maneka menyatakan keinginannya kepada Satya untuk mencari seseorang yang bernama Walmiki. Maneka ingin bertanya mengapa dia dilahirkan dalam kesengsaraan tiada henti. Dengan perasaan senang, Satya menemani bekas pelacur itu. Hingga di tengah perjalanan mereka harus mencari Kitab Omong Kosong berdasarkan peta yang tertancap di pedati miliknya. Kitab Omong Kosong itu terbagi menjadi lima pembahasan. Pertama,  Dunia seperti Adanya Dunia. Kitab ini menyatakan bahwa keberadaan segala sesuatu di dunia ditentukan oleh segala sesuatu dari dirinya sendiri. Kedua, Dunia seperti Dipandang Manusia, yang menjelaskan bahwa keberadaan sesuatu ditentukan oleh pandangan manusia terhadap sesuatu itu. Ketiga, Dunia yang Tidak Ada,  berisi ulasan bagian pertama dan kedua yang sifatnya bertentangan, dan mengatakan bahwa dunia tidak ada, kecuali gambaran orang mengenai dunia itu sendiri. Keempat, Mengadakan Dunia. Berisi tentang bagaimana mengadakan kembali dunia, yaitu dengan mengetahui nilai gunanya. Kelima, Kitab keheningan, manusia diminta untuk memaknai segala sesuatu.

Petualangan seru yang disuguhkan Togog kali ini membawa kita ke alam kesadaran yang lain. Benar-benar menyuguhkan dunia baru bagi kesastraan Indonesia.

Katakan Sesuatu Tentang Ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s