Jungkir-Balik Dunia Olenka

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Judul Buku    : Olenka

Penulis           : Budi Darma

Tahun Terbit: 1983

Penerbit        : Balai Pustaka, Jakarta

Halaman        : 232 hlm.

Olenka, satu-satunya tokoh perempuan yang menjadi objek cerita bagi Fanton Drummon, maupun Wayne Danton—dua laki-laki yang diperbudak oleh Olenka, dua laki-laki yang gagal memiliki Olenka.

Fanton Drummon, laki-laki yang sejak awal cerita paling banyak mengoceh, seolah dia tahu segalanya, dan dia dapat mengendalikan segalanya. Namun, sayangnya apa yang dia lakukan hanya sebuah kemandulan.

Wayne Danton, pengarang produk-gagal yang selalu percaya diri di atas kekalahan dan kegagalannya.

Bisa digambarkan, bahwa ketiga tokoh utama di atas layaknya segitiga. Olenka memiliki satu sudut, Drummond menempati satu sudut, begitu juga dengan Wayne Danton. Olenka dapat menyentuh kedua orang tersebut, begitu juga dengan Fanton Drummond dan Wayne Danton. Tapi nyatanya, kedua laki-laki tersebut tidak bisa benar-benar ‘menyentuh’ Olenka. Ternyata Olenka tak sebatas pemilik dan penunggu satu titik, tapi ia adalah sebuah lingkaran, lingkaran yang mengelilingi sebuah segitiga.

Olenka dibagi menjadi lima bagian (isi) sementara dua bagian yang lain merupakan asal-usul penulisan Olenka dan tentang penulisnya. Keseluruhan alur dalam novel ini dipegang oleh Fanton Drummond. Bagian pertama adalah yang paling panjang. Bagian ini bisa dibilang adalah sebuah awalan, pengenalan tokoh. Pembicaraannya hanya seputar Olenka, Wayne, dan Drummond―namun sesekali disisipi tiga jembel dan Steven sebagai pendukung alur. Dalam bagian ini, Drummond bertemu Olenka, juga kehilangan Olenka. Bagian kedua mulailah ada kegoyahan di hati Drummond. Ia tertarik dengan orang asing yang dikenal secara kebetulan ketika hendak mencari Olenka. Mary Carson namanya. Bagian ketiga Drummond masih mengagumi Carson, namun ia tidak dapat berbuat apa-apa. Malahan, pada bagian ini Drummond teringat orang tuanya―yang entah siapa, karena dia sejak kecil yatim-piatu. Klimaks cerita ada di bagian empat. Ia mendapatkan surat dari Olenka (yang membuat ia galau) dan mendapatkan kabar tentang Mary. Hatinya campur-aduk. Olenka atau Mary. Pada akhirnya ia memang mendatangi Mary, seperti Rama yang menjemput Sinta. Sayangnya, Sinta (baca:Mary) menolak, dengan alasan hati Rama (baca:Fanton) tidak suci, telah ternodai hatinya oleh perempuan lain, Olenka. Rama kecewa atas penolakan kedua kalinya yang dilakukan oleh Mary dan akhirnya ia pergi. Bagian kelima adalah bagian yang istimewa. Si tokoh pemegang cerita, Fanton Drummond, kembali menjadi “yang kodrat”, “menjadi manusia” meskipun tidak seutuhnya. Ia tidak lagi menjadi raja dalam hatinya. Ia sadar bahwa ada kekuatan yang lebih tinggi dibandingkan segala kemauannya, yaitu Tuhan.[1]

Secara moral (dalam patokan saya sebagai orang Indonesia), tidak ada kepribadian yang baik di antara ketiganya. Olenka adalah gambaran seorang perempuan murahan—berdasarkan pengakuan Wayne pada Danton,[2] sementara kedua laki-laki tersebut adalah orang-orang brengsek, yang menutupi keburukannya dengan cara masing-masing. Wayne menganggap dirinya seorang pengarang, pengarang yang hebat. Tidak semua orang memiliki kemampuan seperti dirinya, dan dia mengatakan bahwa hanya redaktur-redaktur tertentulah yang akan memahami apa yang ditulisnya—dan akibatnya—selama hidup bersama Olenka, hanya sekali saja cerpennya dimuat. Sementara itu, Drummond, si pemuja cinta, terombang-ambing oleh kelabilannya dalam perputaran beberapa nama perempuan, seperti Mary Carson, dan tentu saja Olenka.

Di luar arus konvensional sebuah novel ataupun keluar dari konteks pesan moral, ada hal menarik yang didapat dari novel ini. Apabila dikatakan bahwa sastra adalah dunia jungkir balik, mungkin novel ini memang dapat dikategorikan novel sastra. Apa yang jungkir balik dalam novel ini?

Apa yang dijungkirbalikkan?

Digambarkan oleh Drummond bahwa Wayne adalah orang yang penakut, selalu rendah diri,[3] pikirannya tidak seimbang,[4] parasit[5], dan hal-hal buruk lainnya. Namun pada kenyataannya, saya melihat bahwa apa yang dipikirkan oleh Drummond tidak seluruhnya benar. Wayne Danton tidak sepenuhnya naif. Bahkan, ia-lah yang sebenarnya mampu melihat dunia ini secara nyata. Ia tahu mana yang benar dan mana yang salah. Ia tahu Olenka selingkuh, tapi tidak marah karena ia menyadari sifat dasar manusia yang tidak mungkin diubah. Ia tahu bahwa tak mungkin menjadi pengarang yang besar, karena ada banyak orang yang suka menulis dan persaingan sangat ketat. Dibutuhkan hal lain selain keahlian menulis―misalkan relasi―dan nyatanya cerpen pertama Wayne dapat dimuat karena hal tersebut. Ia tahu bahwa Fanton Drummond sebenarnya lebih naif darinya karena ia tidak tahu bahwa sebenarnya Olenka juga hanya mempermainkan perasaannya.

Pada akhirnya, yang kita dapatkan dari tokoh Drummond adalah kenaifan yang dibuatnya sendiri. Ia ditolak Mary Carson, dan sebelumnya pun ia ditinggalkan Olenka dalam ketidakjelasan hubungan. Ia tidak sadar bahwa dirinya sedang diperbudak. Bahkan, ketika Wayne mulai mencoba untuk menyadarkannya, Drummond menganggapnya sebagai penghinaan. Perhatikan kutipan panjang berikut.

…. “Hai, Fanton Drummond, jiwa sampean menderita penyakit lepra,” “sampean hanya berani pada perempuan sundel,” “otak sampean tumpul setumpul palu godam,” “sampean hina dina dan tidak punya rasa malu,” “sampean lebih pantas jadi setan atau anjing daripada menjadi manusia,” dan sebagainya.

Selanjutnya dia berkata, “Tentu saja dia meninju saya seenaknya. Saya kan memperlakukan dia sebagai binatang, bukan sebagai manusia. Pantas dia marah. Mungkin dia tahu bahwa cemoohan saya menemui sasarannya. Untuk adu kekuatan tentu saja saya kalah. Mana mungkin manusia beradab bisa menang berhadapan dengan binatang buas?….” …. (hlm. 99—100).

Penjabaran di atas adalah penjungkirbalikan yang paling inti. Penjungkirbalikan yang lebih sederhana misalnya pertukaran posisi kultural perempuan dengan laki-laki. Laki-laki biasanya dikonstruksikan memiliki posisi yang dominan dalam keluarga. Namun, dalam novel ini, Olenka dan ibunya merupakan tokoh penting yang membalikkan posisi kultural tersebut. Ketika menikah dengan Wayne, Olenka mencari nafkah, sementara suaminya justru yang merawat anak. Begitu pula Ibu Olenka. Dikatakan bahwa ayahnya tidak lebih terampil dalam segala hal dibandingkan ibunya. Bahkan, harta keluarga Olenka adalah warisan dari ibunya, bukan dari ayahnya.

Berdasarkan hal-hal yang serba dijungkirbalikkan oleh Budi Darma, akhirnya bisa disimpulkan bahwa apa pun konstruksi yang ditanamkan pada suatu masyarakat, apa pun yang disodorkan kepada publik, sebenarnya hanya kamuflase. Pada akhirnya, nuranilah yang akan menjadi sopirnya.

Selamat membaca!

[1] …. Dan saya harus mempertanggungjawabkannya. Maka, dalam usaha saya untuk menjadi pemeluk teguh, saya menggumam, “Tuhanku, dalam termangu, aku ingin menyebut nama-Mu.”

[2] Simaklah pernyataan Wayne Danton berikut. “Banyak sudah laki-laki yang jatuh cinta padanya. Semua dilayaninya, seolah-olah melayani semua laki-laki merupakan kewajiban mutlak selama dia masih dapat bernafas. Karena itu, Bung, sampean jangan merasa bangga dijadikan demenan istri saya. Dia berganti demenan seperti berganti baju, beberapa kali dipakai, lalu dibuang sebelum bobrok. …” (Olenka, hlm. 62).

[3] Fanton Drummond mengatakan, “Dia selalu nampak merasa rendah diri, kurang berani berhadapan dengan siapa pun, dan nampak mencuri-curi kalau akan melihat sesuatu.”

[4] Perhatikan apa yang dikatakan Fanton Drummond berikut: Menurut hemat saya, dia adalah korban bentrokan antara bawah-sadarnya yang lebih kuat dan atas-sadarnya yang jauh lebih lemah (hlm. 18).

[5] Dalam bagian yang berbeda Olenka bercerita kepada Fanton bahwa Wayne selalu menolak untuk bekerja karena menurutnya bekerja mengganggu kelancarannya menulis.

Katakan Sesuatu Tentang Ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s