Pandangan Barat tentang orang Jawa dalam Novel Dasamuka karya Junaedi Setiyono

Willem namanya. Ia mahasiswa Universitas Edinburgh yang memutuskan untuk menjadi bagian dari tentara Inggris yang akan mendarat ke Indonesia pada awal abad ke-19, tepatnya tahun 1811. Jika biasanya seseorang masuk menjadi tentara karena profesi atau hasrat berkuasa, ia datang untuk mati. Namun takdir berkata lain. Ia tidak segera mati untuk melupakan tunangannya, Ailsa, yang akan menikah dengan ayah kandungnya, Jeremias Kappers. Justru ia terlibat kerja sama dengan John Crawfurd, ilmuwan yang menulis tentang sejarah Nusantara―History of the East Indian Archipelago. Ia tidak hanya terlibat dalam kerja ilmuwan, tetapi juga terlibat dalam rencana pembunuhan Raja Jawa, Sri Sultan Hamengkubuwono IV! Continue reading “Pandangan Barat tentang orang Jawa dalam Novel Dasamuka karya Junaedi Setiyono”

Hotel Tua, Pengungkapan Kebenaran ala Budi Darma

 

Banyak orang, terutama yang kaya, tidak bisa membebaskan diri dari kerinduan masa lampau (Budi Darma, dalam Hotel Tua)

Pada 25 April 2017, adalah penanda genap 80 tahun usia Budi Darma, seorang maestro sastra Indonesia angkatan ’70. Hotel Tua mungkin adalah kado untuk dirinya, sebagai pengingat masa mudanya di luar negeri. Dalam usianya yang senja, profesor tersebut terus menginspirasi anak generasi untuk terus berkarya. Continue reading “Hotel Tua, Pengungkapan Kebenaran ala Budi Darma”

Dimensi Petualangan Zarah

 

Setelah menanti cukup lama episode Supernova, akhirnya saya dapat memiliki buku tersebut. Tidak seperti tiga episode sebelumnya, Partikel sungguh membuat saya tercengang dan tidak berhenti untuk membacanya. Dimulai jam tiga sore di perpustakaan, pulang kemudian mandi, dan baru tidur jam tiga pagi. Komplitnya, butuh waktu minimal 10 jam. Saya sama sekali tidak letih membaca buku ini, dan setelah selesai pun, tak memberikan dampak negatif terhadap tubuh.

Continue reading “Dimensi Petualangan Zarah”

Kritikus Adinan: Kegalauan Penulis

 

Budi Darma, kali ini dalam kumpulan cerpennya yang berjudul Kritikus Adinan memberikan hidangan yang mungkin agak membosankan bagi setiap orang melalui tokoh-tokoh yang memiliki kehidupan bermacam-macam. Namun bagi saya, tokoh-tokoh yang ada dalam cerpen tersebut menyiratkan kepribadian Budi Darma yang ingin lari dari realitas dengan melalui cerpennya. Tapi sayang, dia gagal. Karena di dalam cerpen-cerpennya pun dia tidak bisa mengabaikan lingkungan.

Continue reading “Kritikus Adinan: Kegalauan Penulis”

Naskah Drama

RARA JONGGRANG

Disebuah desa yang indah hiduplah seorang wanita bersama anaknya yang bernama Bandung Bondowoso. Mereka tinggal dengan damai, hingga pada suatu saat ketika mereka sedang asyik bercerita Bandung Bondowoso menanyakan suatu hal kepada ibunda tercintanya

Bandung: Bu, apa ibu tidak kesepian jika kita tinggal hanya berdua saja di perkampungan yang indah ini. Continue reading “Naskah Drama”