Pandangan Barat tentang orang Jawa dalam Novel Dasamuka karya Junaedi Setiyono

Willem namanya. Ia mahasiswa Universitas Edinburgh yang memutuskan untuk menjadi bagian dari tentara Inggris yang akan mendarat ke Indonesia pada awal abad ke-19, tepatnya tahun 1811. Jika biasanya seseorang masuk menjadi tentara karena profesi atau hasrat berkuasa, ia datang untuk mati. Namun takdir berkata lain. Ia tidak segera mati untuk melupakan tunangannya, Ailsa, yang akan menikah dengan ayah kandungnya, Jeremias Kappers. Justru ia terlibat kerja sama dengan John Crawfurd, ilmuwan yang menulis tentang sejarah Nusantara―History of the East Indian Archipelago. Ia tidak hanya terlibat dalam kerja ilmuwan, tetapi juga terlibat dalam rencana pembunuhan Raja Jawa, Sri Sultan Hamengkubuwono IV! Continue reading “Pandangan Barat tentang orang Jawa dalam Novel Dasamuka karya Junaedi Setiyono”

Siti Zaitun dan Pasar: Sosok Perempuan Berkeadilan

…. Sebentar lagi engkau akan menjadi orang lain, Nak. Setiap orang harus sadar akan kedudukannya. Tukang gerobak boleh tertawa keras. Tetapi seorang kepala pasar tidak. Seorang guru tidak. Lagi pula yang penting, ingatlah bahwa kau orang Jawa. Ketika engkau gembira, ingatlah pada suatu kali kau akan mendapat kesusahan. Apalagi menertawakan nasib buruk orang lain, Nak. Jangan sekali-kali, jangan. Orang yang berpangkat harus berbuat baik, suka menolong. …

(Kuntowijoyo)

Continue reading “Siti Zaitun dan Pasar: Sosok Perempuan Berkeadilan”