Hotel Tua, Pengungkapan Kebenaran ala Budi Darma

 

Banyak orang, terutama yang kaya, tidak bisa membebaskan diri dari kerinduan masa lampau (Budi Darma, dalam Hotel Tua)

Pada 25 April 2017, adalah penanda genap 80 tahun usia Budi Darma, seorang maestro sastra Indonesia angkatan ’70. Hotel Tua mungkin adalah kado untuk dirinya, sebagai pengingat masa mudanya di luar negeri. Dalam usianya yang senja, profesor tersebut terus menginspirasi anak generasi untuk terus berkarya. Lanjutkan membaca “Hotel Tua, Pengungkapan Kebenaran ala Budi Darma”

Siti Zaitun dan Pasar: Sosok Perempuan Berkeadilan

…. Sebentar lagi engkau akan menjadi orang lain, Nak. Setiap orang harus sadar akan kedudukannya. Tukang gerobak boleh tertawa keras. Tetapi seorang kepala pasar tidak. Seorang guru tidak. Lagi pula yang penting, ingatlah bahwa kau orang Jawa. Ketika engkau gembira, ingatlah pada suatu kali kau akan mendapat kesusahan. Apalagi menertawakan nasib buruk orang lain, Nak. Jangan sekali-kali, jangan. Orang yang berpangkat harus berbuat baik, suka menolong. …

(Kuntowijoyo)

Lanjutkan membaca “Siti Zaitun dan Pasar: Sosok Perempuan Berkeadilan”

Jungkir-Balik Dunia Olenka

Olenka, satu-satunya tokoh perempuan yang menjadi objek cerita bagi Fanton Drummon, maupun Wayne Danton—dua laki-laki yang diperbudak oleh Olenka, dua laki-laki yang gagal memiliki Olenka.

Fanton Drummon, laki-laki yang sejak awal cerita paling banyak mengoceh, seolah dia tahu segalanya, dan dia dapat mengendalikan segalanya. Namun, sayangnya apa yang dia lakukan hanya sebuah kemandulan.

Wayne Danton, pengarang produk-gagal yang selalu percaya diri di atas kekalahan dan kegagalannya. Lanjutkan membaca “Jungkir-Balik Dunia Olenka”