Siti Zaitun dan Pasar: Sosok Perempuan Berkeadilan

…. Sebentar lagi engkau akan menjadi orang lain, Nak. Setiap orang harus sadar akan kedudukannya. Tukang gerobak boleh tertawa keras. Tetapi seorang kepala pasar tidak. Seorang guru tidak. Lagi pula yang penting, ingatlah bahwa kau orang Jawa. Ketika engkau gembira, ingatlah pada suatu kali kau akan mendapat kesusahan. Apalagi menertawakan nasib buruk orang lain, Nak. Jangan sekali-kali, jangan. Orang yang berpangkat harus berbuat baik, suka menolong. …

(Kuntowijoyo)

Lanjutkan membaca “Siti Zaitun dan Pasar: Sosok Perempuan Berkeadilan”

Khotbah di Atas Bukit: Antara Aku dan Tuhan

 

Barman yang tua pergi ke gunung bersama Popi, perempuan muda cantik yang memang sudah disediakan oleh anaknya. Hidup menampilkan sepotong demi sepotong rahasianya. Sunyi menjadi bermakna dan pencarian akan hakikat hidup menyebabkan liburan Barman menjadi perburuan spiritual yang indah. Ketika orang-orang pasar memintanya untuk berkhotbah, dia bingung ingin menyampaikan apa. Lanjutkan membaca “Khotbah di Atas Bukit: Antara Aku dan Tuhan”

Kritikus Adinan: Kegalauan Penulis

 

Budi Darma, kali ini dalam kumpulan cerpennya yang berjudul Kritikus Adinan memberikan hidangan yang mungkin agak membosankan bagi setiap orang melalui tokoh-tokoh yang memiliki kehidupan bermacam-macam. Namun bagi saya, tokoh-tokoh yang ada dalam cerpen tersebut menyiratkan kepribadian Budi Darma yang ingin lari dari realitas dengan melalui cerpennya. Tapi sayang, dia gagal. Karena di dalam cerpen-cerpennya pun dia tidak bisa mengabaikan lingkungan.

Lanjutkan membaca “Kritikus Adinan: Kegalauan Penulis”